Berita  

Presiden Iran Usulkan Pembentukan Struktur Keamanan Negara Muslim di Timur Tengah

banner 120x600

Penulis : Tias Satrio Adhitama|

Lamongan, pelitaprabu.com |

Seperti jamak ditahu ketika di tengah perundingan, pada momen Ramadhan 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota Iran lainnya. Akibatnya menewaskan anak-anak sekolah, pemimpin tertinggi Iran saat itu, serta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil lainnya.

Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di Timur Tengah. Iran menyebutnya sebagai operasi “True Promise 4” pada awal Maret 2026 sebagai respon balik atas serangan AS dan Zionis Israel.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat berdiri gagah di mimbarnya. Ia menegaskan bahwa Iran tidak mencari perang dengan negara-negara Muslim, sebut kantor berita resmi Iran, IRNA (20/03/2026).

Pezeskhian menyampaikan pernyataan tersebut jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal ini menyangkut ketegangan antara Iran dan beberapa negara Arab yang memberi fasilitas bagi pangkalan militer AS dan sekutunya Israel. Fasilitas-fasilitas tersebut kemudian dibombardir oleh Iran sebagai serangan balasan.

“Kami tidak berniat memiliki perbedaan dengan negara-negara Muslim. Kami tidak mencari konflik atau perang dengan negara-negara Islam. Mereka adalah saudara kami,” ujar Pazeskhian

Lebih lanjut, Presiden Iran ini menuding AS dan Israel sebagai penyebab ketegangan yang muncul antara Iran dan negara-negara Muslim di Timur Tengah.

“Iran siap menyelesaikan semua masalah dengan para tetangganya, mengusulkan pembentukan struktur keamanan yang terdiri dari negara-negara Muslim di Timur Tengah untuk memastikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan itu,” tambah Pazeskhian.

Pidato serius Pazeskhian tersebut lantaran ada indikasi upaya adu domba antar negara-negara Muslim di Timur Tengah. Pazeskhian menyadari itu sebab ulah AS dan Israel dapat menyulut api peperangan antara negara Islam.

“Kami tidak membutuhkan kehadiran asing di kawasan ini. Kami bisa membentuk sebuah majelis Islam di Timur Tengah dengan kerja sama negara-negara Muslim, dan dalam kerangka itu, mengatur hubungan keamanan, ekonomi, budaya, dan politik kami,” ujarnya.

Pezeshkian menekankan bahwa Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir. Ia mematuhi fatwa mantan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei yang melarang senjata atom.

Berdasarkan fatwa tersebut Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak boleh melakukan pengembangan senjata pemusnah massal. Bagi Pazeskhian ada upaya AS untuk menghasut dunia bahwa Iran sedang bergerak menuju senjata nuklir.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *