Penulis :Suriyadi
Kuala Kapuas–pelitaprabu.com
Ambruknya jembatan rangka baja Terusan Raya yang berada di Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalteng, diakui kontraktornya ambruk saat pengerjaan.
” Ya..ambruk pada saat pengerjaan apar-apar”
“Apar – apar mengalami penurunan sehingga tidak mampu menahan beban lengkungan baja”.
Hal ini disampaikan H Misdan selaku kontraktor pembangunan jembatan rangka baja Terusan Raya seharga Rp 19 miliar lebih dari APBD Kab. Kapuas tahun 2024 lalu.

Benar, jembatan itu ambruk pada tgl 23/2/2025 malam hari, pada saat pengerjaan apar-apar yang mengalami penurunan, ujar H Misdan mengulangi peristiwa itu saat dikonfirmasi media ini, Senin (24 Februari 2025).
Ia menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab menyelesaikan pembangunan jembatan itu dengan waktu sisa 27 hari.
“Kami sebagai kontrak tetap bertanggung jawab untuk menyelesaikan pembangunan jembatan ini, tandasnya.
Dijelaskan H Misdan bahwa apabila rangka baja yang ambruk diangkat dari dalam sungai dan kondisinya tidak terlalu parah maka bisa digunakan.
Sebaliknya, kondisi rangka baja yang rusak/bengkok kita tidak gunakan, terangnya.
Dilain sisi, mengenai permintaan Damang Kepala Adat untuk dilaksanakan ritual adat di sekitar lokasi pembangunan jembatan, pihaknya siap mengakomodir permintaan itu.
H. Misdan beranggapan, niat Kepala adat melaksanakan ritual adat di lokasi pembangunan baik tujuannya, tutupnya.***















