Penulis : Hasyim |
Magetan, pelitaprabu.com |
Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Provinsi Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.Sos.I., S.Sos., S.H.I., M.E.I., akhirnya turun gunung. Kamis (29/8), ia melakukan audiensi dengan Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti di Ruang Rapat Pendapa Surya Graha.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi manis berbalut kata-kata formal. Lia Istifhama datang dengan misi jelas: menggali aspirasi, membongkar hambatan pembangunan, dan membawa suara rakyat Magetan agar tidak lagi tenggelam di meja birokrasi pusat.
“DPD RI harus jadi corong rakyat, bukan sekadar stempel seremonial. Saya ingin tahu betul, apa yang sebenarnya menjadi masalah di Magetan, supaya tidak ada lagi alasan klasik keterlambatan pembangunan,” tegas Lia dalam audiensinya.
Ia menyoroti langsung bidang krusial: agama, pendidikan, kesehatan, pemuda dan olahraga, pemberdayaan perempuan, hingga perlindungan anak. Semua sektor itu, menurutnya, terlalu sering dijadikan jargon politik tanpa ada hasil nyata di lapangan.
Bupati Magetan, Nanik, tak menutup diri. Ia berterima kasih atas perhatian Lia, sekaligus menitipkan harapan besar.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan. Semoga dialog ini tidak berhenti di meja rapat, tapi benar-benar menjadi jembatan aspirasi ke pusat. Magetan punya potensi besar, tapi juga masalah besar yang harus segera dipecahkan,” kata Nanik.
” Semoga dari dialog yang telah terjalin ini, Ibu mendapatkan berbagai isu dan masukan berharga yang dapat dibawa dan disampaikan ke tingkat pemerintah pusat. Kami berharap, dengan adanya jembatan komunikasi ini, potensi dan permasalahan yang ada di Magetan dapat terakomodir dengan baik, sehingga Magetan bisa semakin maju dan sejahtera di masa depan, ” pungkas Bupati Magetan.***