Berita  

Ada Apa?, Warga Perumahan Bukit Kertosari Park di Desa Kertosari Kecamatan Purwosari – Pasuruan Merasa Geram dan Tertipu

banner 120x600

Penulis: Hasyim Asy’ari|

Pasuruan, pelitaprabu.com |

Warga perumahan Bukit Kertosari Park yang dikelola oleh CV Rezanna Group dengan letak lokasi di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, merasa kesal dan merasa tertipu oleh pihak developer.

Minggu (22/12/2024) warga Perumahan
Bukit Kertosari Park Desa Kertosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan mengeluhkan kondisi pasokan air bersih yang semakin tidak memadai. Masalah yang dihadapi mencakup air yang sering tidak mengalir, tekanan air yang sangat rendah, hingga kualitas air yang keruh dan berbau.

Sejumlah warga menyampaikan keluhan mereka kepada awak media pelitaprabu.com dan Info Jatim. Salah seorang warga mengatakan, “Kami sudah berkali-kali mengajukan laporan kepada pengelola, tetapi tidak ada solusi yang jelas. Air mati hampir setiap hari, dan ketika hidup, kualitasnya buruk sekali,”

Dari hasil investigasi awak media dilapangan ketika mencoba cari tahu kebenarannya, disitu tim awak media mencoba menghidupkan kran air, ternyata memang salurannya tak mengeluarkan air dan tampak bak mandi kering kerontang. Minggu(22/12/2024)

Keluhan ini sudah berlangsung 2 tahun sampai 7 tahun lebih ungkap perwakilan masyarakat yaitu Pria berinisial RB. Hingga kini belum ada tindakan nyata dari pihak pengelola perumahan maupun instansi terkait. Masalah ini mengganggu aktivitas warga, termasuk kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, hingga memasak.

GN (38) warga lainnya juga angkat bicara terkait hal ini. Bahkan dirinya mengaku merasa tertipu oleh pihak developer.

Ibu tiga anak ini menceritakan, awal ketika dirinya akan membeli perumahan diperlihatkan kondisi air di lokasi perumahan dapat mengalir dengan lancar.

“Jadi dulu gini ceritanya, ketika kita ngambil, survey perumahan di sini melihat unitnya terus kita tanya air gimana ditunjukin lah air di kantor pemasaran. Tapi disitu airnya bersih, terus airnya juga deres, saya gak tahu air dari mana. Begitu kita tempati oh ternyata,” keluhnya.

Beberapa warga juga menyoroti ketidakadilan dalam tagihan air yang tetap harus dibayarkan meskipun pelayanan tidak sesuai. “Kami merasa dirugikan. tapi kami harus membeli air galon untuk kebutuhan harian,” tambah warga lainnya.

Sementara itu, wanita berinisial RP (30) juga mengatakan,” terkait air di sini sangat amat sulit, sehingga ada pihak ketiga yang mengontribusikan ke warga. Namun, miris air tersebut diambilkan dari sungai, air nya sangat tidak layak pakai yaitu keruh dan kotor.

Masyarakat berharap pemerintah daerah atau dinas terkait dapat segera turun tangan untuk memastikan hak mereka atas akses air bersih terpenuhi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola atau perusahaan penyedia air.

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Warga mendesak agar permasalahan ini segera diselesaikan demi kenyamanan dan kesehatan mereka.

Sampai berita ini tayang awakmedia mencoba mengali ke Developer dan pemerintah setempat agar berita ini berimbang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *