Indeks
Berita  

Halal Bihalal Perkuat Sinergi SPPG Bendotretek dan 24 Sekolah di Kecamatan Prambon

Penulis : Ulum |

Sidoarjo, pelitaprabu.com |

Memasuki momentum bulan Syawal, Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bendotretek, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, menggelar pertemuan strategis bertajuk “Halal Bihalal: Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi untuk Pelayanan yang Lebih Berarti.”
Acara berlangsung penuh nuansa kekeluargaan dengan latar pegunungan nan asri.

Agenda diselenggarakan di Grand Whiz Hotel Trawas, Mojokerto, pada Sabtu (04/04/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran penting SPPG Bendotretek, di antaranya Mahendra selaku Kepala SPPG, Dimas Dwi Kurniawan selaku Mitra SPPG, serta Ning Cahya dan Wiko dari Yayasan Pendidikan Warga Binaan Pemasyarakatan Cahaya Kasih.

Turut hadir pula perwakilan koordinator setiap divisi SPPG Bendotretek bersama Kepala Sekolah dan Person in Charge (PIC) dari 24 lembaga pendidikan di wilayah Prambon, Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Ning Cahya menekankan pentingnya kolaborasi yang harmonis antara penyedia layanan gizi dengan pihak sekolah sebagai garda terdepan penerima manfaat.

“Acara hari ini bukan sekadar seremoni silaturahmi, melainkan fondasi untuk membangun kepercayaan. Hubungan antara SPPG dan sekolah harus dijaga layaknya keluarga, komunikasi harus dua arah dan terbuka. Kita ingin memastikan tidak ada miskomunikasi di lapangan, karena yang kita perjuangkan adalah masa depan gizi anak-anak kita. Jika sinerginya kuat, maka pelayanannya pun akan lebih bermakna,” ujar Ning Cahya.

Senada dengan hal tersebut, Dimas Dwi Kurniawan mengungkapkan bahwa forum ini menjadi ruang bagi pihak sekolah untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Sebanyak 24 sekolah, mulai dari jenjang KB, TK, SD/MI, hingga MA, turut aktif dalam sesi tanya jawab.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan sangat dinamis. Semua tersampaikan, mulai dari pernyataan dukungan hingga kritik dan saran yang membangun. Ini sangat berharga bagi kami untuk mengevaluasi diri agar SPPG Bendotretek bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Dimas menambahkan.

Suasana ruangan sempat berubah haru ketika salah satu PIC sekolah menyampaikan testimoni mengenai dampak nyata program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menceritakan kisah seorang siswa piatu yang ayahnya bekerja sebagai pemulung botol bekas.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya program ini. Ada salah satu siswa kami yang betul-betul terbantu karena kondisi ekonominya yang sangat sulit. Jarang sekali ia bisa makan layak di rumah. Kehadiran makanan dari SPPG Bendotretek adalah berkah luar biasa baginya,” ucap perwakilan sekolah tersebut dengan suara bergetar.

Mendengar hal itu, seluruh hadirin, termasuk Head Chef yang turut hadir, tampak tersentuh. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh tim dapur dan operasional bahwa setiap porsi makanan yang disiapkan memiliki nilai kemanusiaan yang mendalam.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama di bawah langit Trawas yang cerah, dengan latar megahnya Gunung Penanggungan yang berdiri kokoh—seolah melambangkan tekad kuat para pejuang gizi ini.

Pertemuan ini meninggalkan pesan mendalam: bahwa sebuah program besar tidak hanya butuh anggaran dan logistik, tapi juga hati dan kerja sama yang erat. Dengan semangat kebersamaan yang baru saja diperbarui, SPPG Bendotretek dan sekolah-sekolah di Kecamatan Prambon siap melangkah lebih jauh untuk mencetak generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berprestasi.***

Exit mobile version