Penulis : Sugianto
Kuala Kapuas | pelitaprabu.com
Bunyi gemuruh ambruknya bangunan jembatan Terusan Raya Kec. Bataguh Kab Kapuas Minggu malam 23/2/2025 lalu, mengagetkan warga sekitarnya.
Hal ini diungkapkan Mulyadi warga Terusan Raya yang juga salah satu Ketua RT di sana.
Saat disambangi media ini, Senin (24/2/2025) menceritakan kronologis jembatan yang masih tahap pembangunan itu tiba – tiba ambruk.
Mulyadi mengaku mendengar dari rumahnya bunyi gemuruh selepas magrib Minggu 23/2 yang ternyata bangunan jembatan ambruk.
Kemudian, dengan inisiatif sendiri melaporkannya kepada Sekretaris Desa (Sekdes)Terusan Raya.
Tak lama kemudian Ia dan Sekdes menuju lokasi jembatan yang ambruk.
Selain memastikan sumber suara gemuruh, juga memastikan ada/tidak korban.
Ternyata tidak ada korban jiwa, sambung Mulyadi.
Mulyadi pun kemudian bertanya, apa sebab bangunan jembatan ambruk ??
Masih di hari yang sama, di lokasi jembatan ambruk, media ini kemudian menyambangi H.Misdan, Direktur PT. Citra Karya Pratama Mandiri, pelaksana/kontraktor jembatan itu.
Menjawab media ini H.Misdan menyebut bertanggungjawab atas ambruknya jembatan yang sedang Ia bangun.
Tanpa menyebut faktor peristiwa itu terjadi
Bahkan dengan entengnya H. Misdan ucapkan “kalo ini matrial tidak parah masih bisa di luruskan”
“tetapi kalo sangat parah, kami akan pikirkan buat baguskannya (material yang jatuh ke dalam sungai maksudnya -red )
Namun demikian, “nanti tim ahli yang bisa menjelaskannya, begitu pula Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK)” ujar H. Misdan.
Sementara itu, media ini memperoleh informasi bahwa pembangunan jembatan rangka baja Terusan Raya di Desa Terusan Raya berada di Satuan Kerja (Satker).
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kab. Kapuas.
Sumber dana pembangunan dari APBN – DAU Kab. Kapuas tahun 2024 senilai Rp 19.771.600.000.
Pembangunan jembatan dimulai tahun 2024, sedianya rampung kisaran Februari 2025.
Hingga berita diturunkan, Pemkab Kapuas /Satker terkait belum memberikan penjelasan atas peristiwa ambruknya jembatan yang akan menghubungkan Tujuh Desa di sana.
Sebagaimana diharapakan warga Terusan Raya sekitarnya, supaya para pihak terkait pembangunan jembatan Terusan Raya transparan ungkap faktor peristiwa itu.
Dengan terang benderangnya para pihak membeberkan faktornya, setidaknya hati warga Tujuh Desa yang mendambakan jembatan ini segera terobati, “jujur kami masih bertanya – tanya apa penyebab bangunan itu ambruk”, tutur Mulyadi saat masih dengan media ini***
