Indeks
Berita  

Jerat Lowongan Kerja Palsu: Oknum YSL Tipu Warga Raup Jutaan Rupiah, Korban Lapor Polresta Malang Kota

Penulis : Hasyim Asyari |

Malang, pelitaprabu.com |

Sebuah kasus penipuan berkedok lowongan kerja part-time mencuat di Kota Malang. Modus ini melibatkan oknum yang mengaku bagian dari brand ternama, YSL. Salah satu korban, berinisial A, melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polresta Malang Kota dengan laporan resmi bernomor LPM/155/I/2025/SPKT

Modus operandi ini dimulai dengan pemasangan iklan lowongan kerja di Facebook yang menjanjikan penghasilan menarik, bonus, dan cashback. Setelah korban tertarik, mereka diarahkan masuk ke grup WhatsApp bernama *YSL Business Partner. Dalam grup tersebut, korban dijelaskan langkah-langkah untuk bergabung, termasuk mengisi data pribadi di situs web yang tampak resmi.

Korban A awalnya diminta mengirimkan sejumlah uang sebagai “modal kerja” dengan nominal kecil, seperti Rp100.000, yang dijanjikan akan dikembalikan bersama keuntungan. Hingga transaksi tahap ketiga, korban menerima uang sesuai janji, sehingga merasa yakin dengan sistem tersebut.

Namun, saat masuk tahap keempat, korban diminta mengirimkan uang Rp3.200.000 untuk pembelian produk, dengan janji laba hingga Rp4.000.000. Setelah itu, korban kembali diminta mentransfer Rp6.400.000 agar profit Rp14.400.000 dapat dicairkan. Di titik ini, korban merasa curiga dan mencoba menghubungi admin grup, namun nomor kontak korban langsung diblokir.

Korban pun menyadari telah tertipu dengan total kerugian sebesar Rp3.200.000 dan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Aparat Polresta Malang Kota menyatakan akan menyelidiki kasus ini, termasuk kemungkinan keterlibatan sindikat yang lebih besar.

“Modus mereka sangat meyakinkan, bahkan mereka menggunakan nama produk yang terkenal seperti YSL The Inks Vinyl Cream dan Lirbe La Parfum untuk memberikan kesan legalitas. Saya baru sadar semuanya jebakan setelah diminta mentransfer uang dalam jumlah besar,” ujar korban A.

Tim Cyber Polresta Malang Kota kini tengah menelusuri jejak digital dan aktivitas akun yang terlibat dalam penipuan ini. Hingga berita ini diterbitkan, pihak YSL belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum dalam kasus ini.***

Exit mobile version