Indeks
Berita  

Jumlah Murid Di Yayasan Pendidikan Kasih Bangsa Pasar Kemis Tangerang Diduga Dimanipulasi

Penulis: Marudut|

Tangerang, pelitaprabu.com|

 

Yayasan Pendidikan Swasta Kasih Bangsa ber-alamat di Jl.Villa Tomang Baru, Blok 03,No.11-14 Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang Provinsi Banten.

Yayasan ini mempunyai 3 jenjang pendidikan mulai TK, SD dan SMP, Ketua Yayasan : Margaretha Erene, sekaligus menjabat Kepala Sekolah TK. Kepala sekolah SD, Ria Rahmawati dan Kepala Sekolah SMP, Luminar Silaen. Ketiga jenjang Pendidikan itu, TK. Akreditasi.B, SD, Akreditasi A dan SMP, Akreditasi C. Kurikulum, Merdeka.

Sekilas Yayasan tampak sepi dari jumlah murid apabila dibandingkan dengan Sekolah swasta lainnya yang menyelenggarakan lebih dari 1 jenjang pendidikan.

Terendus informasi bahwa jumlah peserta didik di Yayasan Kasih Bangsa itu hanya berjumlah kurang lebih 50 orang. Padahal dari sedikitnya 7 rombongan belajar (rombel) atau ruang kelas. Misalnya saja TK,1 Rombel, SD, 6 Rombel dan SMP, 3 Rombel, jumlahnya = 10 rombel( atau 10 kelas). Kalau disamaratakan 10 orang perkelas maka jumlah keseluruhan muridnya, sudah seharusnya 100 orang.

Ketika hal itu dikonfirmasi kepada pihak pengelola sekolah, (03/12-2024) lalu, salah seorang kepala sekolah (Kepsek) berdalih mengatakan ” Kalau untuk mengetahui jumlah siswa kami, silahkan ditanyakan ke Ketua K3S(Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah) ucapnya.

Ketika Ketua K3S, initial, AAN, dihubungi lewat pesan Whatsapp, menjawab ” Soal untuk mendapatkan data siswa sekolah tidak harus se ijin KKS, hal itu bisa ditanyakan langsung ke kepala sekolah yang bersangkutan” jawabnya.

Sisi lain, salah seorang operator sekolah Kasih Bangsa diminta data atau jumlah siswa, mengatakan, ” Maaf soal data siswa berapa jumlahnya, saya tidak berwenang memberikan, itu harus kepala sekolah”. jawabnya singkat.

Informasi dari sumber yang layak dipercaya bahwa jumlah siswa di Sekolah Yasayan Kasih Bangsa Tangerang, TK, SD dan SMP, jumlah siswanya diduga kuat “dimanipulatif” tidak sesuai dengan data yang sesungguhnya. diduga kuat dari jumlah siswa yang dilaporkan ke Dinas Pendidikan melebihi dari jumlah siswa yang sebenarnya, “Ada selisih antara 40 orang data fiktif. Ke 40 orang data fiktif itu, diduga mendapat aliran Dana Biaya Operasional Sekolah(BOS) yang patut diduga bekerja sama dengan oknum dinas pendidikan,”ngkapnya.

Di sisi lain menurut informasi yang beredar di masyarakat, bahwa jumlah siswa hanya dikisaran 40 han, orang tetapi dilaporkan 80 an,orang, sehingga terdapat selisih yang sangat kontras. Oleh karena itu penerimaan dana BOS diduga sebahagian dapat dikategorikan diterima oleh data fiktif, yang dapat merugikan keuangan Negara.

Bahkan informasi lainnya menyebutkan, pada Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah(ARKAS) untuk Tahun Anggaran Pendidikan 2024/2025, akhir tahun 2024 ini, sudah mendapat pengesahan dengan pihak Dinas Pendidikan Tangerang, disetujui sebesar Rp. 100. juta yang dilakukan pengesahanhya di Hotel Yasmin Tangerang.

Ramlan Bonar Alamsan Simamora, Ketua (Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJID) Tangerang, Pimpinan Redaksi Media online citrabantenbung.com, juga menjabat Ketua DPW Pelita Prabu Prabowo-Gibran Provinsi Banten, yang namanya biasa disebut Rambo, angkat bicara ketika diminta pendapatnya terkait Data dan Jumlah siswa Yayasan Kasih Bangsa Pasar Kemis Tangerang yang diduga fiktif.

Menurut Rambo, kalau benar informasi itu, hal itu sudah masuk pelanggaran berat dengan manipulasi data siswa dengan maksud untuk mendapat keuntungan kelompok semata. maka ini tidak dapat dibiarkan. “Nanti kami akan pelajari terlebih dahulu, dan kalau perlu kami akan melaporkan ini ke Dinas terkait Kabupaten maupun Provinsi, agar sekolah itu di audit, kalau terbukti baiknya pengelola Yayasan pendidikan itu dikenai sanksi hukum sesuai hukum yang berlaku di negara kita ini”. Terang Rambo.

Lebih jauh Rambo Ketua DPW Pelita Prabu Prov.Banten itu mengatakan ; Data siswa yang fiktif penerima Dana BOS bisa saja tidak ketahuan karena berupa uang yang masuk ke rekening sekolah, tetapi nanti awal bulan Januari tahun 2025 dengan program Pemerintahan Prabowo-Gibran, ” Makan Bergizi Gratis” apakah bisa demikian? tanya Rambo. Untuk itulah waktu dekat ini tidak tertutup kemungkinan kami akan melaporkan hal ini ke Dinas terkait. tandasnya.

Exit mobile version