Penulis : Fauziah Intan |
Probolinggo, pelitaprabu.com |
Kunjungan Wakil Bupati Probolinggo, H. Fahmi Abdul Haq Zaeni, S.Kom., ke sentra kerajinan dandang di Desa Dandang, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Senin (29/6/2026), menjadi momentum penting bagi upaya pengembangan UMKM lokal berbasis digital.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Fahmi meninjau langsung proses pembuatan dandang dan wajan milik Mahfud, salah satu perajin yang selama ini mempertahankan teknik produksi tradisional secara turun-temurun. Meski masih menggunakan peralatan sederhana dan dikerjakan secara manual, produk-produk yang dihasilkan tetap menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Probolinggo, pemerintah Kecamatan Gading, perangkat Desa Dandang, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 171 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) yang saat ini tengah melaksanakan pengabdian masyarakat di desa tersebut.
Di hadapan para peserta, Wabup Fahmi menyampaikan bahwa Desa Dandang memiliki identitas dan sejarah yang khas. Nama desa tersebut, menurutnya, tidak dapat dipisahkan dari aktivitas masyarakat yang sejak lama dikenal sebagai pengrajin dandang.
“Kerajinan dandang ini bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi berbasis potensi lokal,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap pelaku UMKM agar sentra kerajinan dandang dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Mahfud selaku pemilik usaha mengungkapkan bahwa pemasaran produk selama ini masih didominasi penjualan langsung kepada pelanggan. Meskipun demikian, pihaknya mulai memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar, meski belum dilakukan secara optimal.
“Kendala utama kami masih pada keterbatasan sarana dan pemanfaatan teknologi digital. Kami berharap ada pendampingan agar pemasaran produk bisa lebih luas,” ujar Mahfud.
Arahan Wakil Bupati serta hasil dialog dengan pelaku usaha kemudian menjadi perhatian mahasiswa KKN 171 UINSA. Berdasarkan hasil observasi lapangan, mahasiswa memutuskan untuk menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan masyarakat melalui pendampingan digitalisasi UMKM Desa Dandang.
Program yang disiapkan antara lain optimalisasi pemasaran berbasis teknologi melalui penambahan titik lokasi usaha pada Google Maps, serta pendampingan pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi produk kerajinan dandang.
Sebagai langkah awal, mahasiswa KKN 171 UINSA menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama perangkat desa, pelaku UMKM, dan perwakilan masyarakat pada Rabu (1/7/2026). Forum tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa digitalisasi UMKM menjadi kebutuhan mendesak guna memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Mahasiswa KKN menilai keberadaan titik lokasi usaha pada platform digital akan memudahkan masyarakat dari luar daerah menemukan sentra kerajinan dandang, memperoleh informasi produk, hingga membuka peluang kerja sama usaha yang lebih luas.
“ Saya memandang potensi pengembangan UMKM melalui digitalisasi ini penting, karena informasi tentang sentra kerajinan Dandang akan mudah tersebar dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Fachrial Ardiyansah Koordintor KKN 171 Desa (Kordes) Dandang.
Selain mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, langkah digitalisasi tersebut juga diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya pelestarian identitas dan warisan budaya Desa Dandang agar tetap eksis di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
Dengan dukungan pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat, program digitalisasi UMKM Desa Dandang diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat.***
