Indeks
Berita  

Menakar Kekuatan Relawan Sebagai Ujung Tombak Suksesi Program Prabowo Gibran

Dari Kiri Ke Kanan: Abednego Panjaitan (Ketua Umum Prabu Centre 08), Tommy (Ketua Umum DPP Pelita Prabu), Hefwy Bilistolen (Sekretaris DPP Pelita Prabu), Djoko Kariyono (Koordinator Wilayah Jawa Dwipa) dan Tias Satrio Adhitama (Ketua DPW Pelita Prabu Provinsi Jawa Timur)

Penulis : Neo Bumi |

Kota Kediri, pelitaprabu.com |

Konsolidasi Relawan Prabowo Gibran “Pelita Prabu” Provinsi Jawa Timur telah sukses digelar (17/11/3024). Acara berlangsung sehari di DPC Pelita Prabu Kota Kediri sebagai tuan rumah. Segenap perwakilan Ketua Kota dan Kabupaten Pelita Prabu Se-Jawa Timur berjumpa dalam satu forum sekaligus agenda Launching Koperasi Pelita Prabu Nasional.

Di sela-sela acara, awak media pelitaprabu.com berkesempatan mengobrol dengan Ketua DPW Pelita Prabu Provinsi Jawa Timur. Bernama lengkap Tias Satrio Adhitama dikenal sebagai sosok akademisi kelahiran Kota Surabaya. Wawancara berlangsung tidak begitu lama, namun sangat penting untuk diberitakan.

Ketika pria yang akrab disapa Adhi ini ditanya mengenai peran relawan setelah tampilnya Prabowo-Gibran menjadi pemimpin di Indonesia, ia menyatakan bahwa relawan adalah pengawal yang perannya akan terus ada dan tidak boleh disepelekan atas peran perjuangan mereka.

Lebih jauh pria ini mengatakan bahwa kepemimpinan Prabowo Gibran adalah buah dari perjuangan relawan. Adhi memaknai bahwa Prabowo Gibran dan relawan tidak boleh terpisahkan oleh kepentingan-kepentingan yang selama ini tidak benar-benar berjuang untuk tujuan kemenangan Prabowo Gibran.

“Kita sadar bahwa kepentingan relawan untuk terus membersamai Prabowo Gibran bisa saja dikalahkan oleh lobi-lobi tidak populis. Artinya kepentingan relawan sebagai masyarakat pada umumnya cenderung lemah, rentan digeser, dilemahkan perannya atau bahkan dihapuskan keberadaannya dalam perjalanan kepemimpinan Prabowo Gibran,” imbuhnya.

Mengenai ini awak media semakin ingin mengetahui mengapa muncul pemikiran seperti ini dari pimpinan relawan Pelita Prabu Provinsi Jawa Timur. Kembali Adhi membeberkan bahwa relawan harusnya diposisikan secara strategis sehingga memiliki peran sentral dalam mensukseskan program Prabowo Gibran lima tahun mendatang.

“Relawan adalah ujung tombak kemenangan Prabowo Gibran ketika itu. Setelah menangnya pasangan ini, tentunya peran ujung tombak tidak boleh dihilangkan atau tidak dianggap,” tegas pria yang saat ini tinggal di Sidoarjo tersebut.

Sambil menyulut rokok dan meneguk kopinya, kembali Adhi menjelaskan bahwa relawan adalah sejatinya sebagai die hard (pejuang) bagi kemenangan Prabowo Gibran ketika itu. Saat ini ia menduga mulai banyak oknum yang “mencari panggung” demi kepentingan pribadi atas nama Prabowo Gibran.

“Semoga Presiden Prabowo dan Wakilnya Gibran dapat mendeteksi kecenderungan ini dan akan terus  menempatkan posisi strategis relawan terutama dalam mengawal dan ikut terlibat dalam menjalankan program Prabowo Gibran mendatang,” pungkasnya serius.

Di akhir obrolan, pewarta pelitaprabu.com meminta kesimpulan dari diskusi kali ini. Mengenai ini Adhi berharap agar relawan dikembalikan pada posisi pentingnya, mengingat perjuangan relawan lazim dilakukan karena ikhlas kecintaan pada sosok Prabowo Gibran.

“Karakter relawan tentunya memiliki integritas, dedikasi moral, loyalitas dan kejujuran dalam membersamai Prabowo Gibran. Demikian kiranya akan lebih membuka perspektif bahwa sejak awal peran relawan adalah primer dan positioning tersebut harus terus ada untuk dianggap penting,” tutup pria yang berprofesi akademisi di salah satu kampus negeri di Surabaya ini.***

 

Exit mobile version