Penulis : Bayu |
Surabaya, pelitaprabu.com |
Menteri KLH mendukung penuh program kerja Eco Kreatif Indonesia (EKI) yang berfokus pada edukasi dan monitoring pengelolaan sampah. Dukungan ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat di sela seminar lingkungan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Senin (27/7/2026).
Menurut Jumhur, program berbasis edukasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Ia menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi fondasi utama untuk mengatasi persoalan sampah nasional.
EKI Fokus pada Edukasi dan Monitoring
Ketua EKI, Bayu memaparkan arah program organisasi dalam kesempatan tersebut. Ia didampingi Wakil Ketua EKI Rury Meisya saat menyampaikan paparan di hadapan Menteri Jumhur.
Bayu menjelaskan bahwa program kerja EKI dirancang untuk memperkuat peran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya. Organisasi ini mendorong masyarakat agar lebih disiplin memilah, mengurangi, dan mengolah sampah melalui pendekatan edukasi berkelanjutan.
Selain edukasi, EKI turut menyiapkan sistem monitoring untuk mengevaluasi pelaksanaan program di lapangan. Sistem ini bertujuan memastikan setiap kegiatan berjalan efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas lingkungan.
Kolaborasi Multipihak Jadi Kunci
Bayu menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, komunitas, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Ia menyebut pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi.

Mendorong Ekonomi Sirkular
Konsep ekonomi sirkular menjadi salah satu fokus utama program Eco Kreatif Indonesia. Melalui pemanfaatan kembali material yang masih bernilai ekonomi, EKI menargetkan penurunan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir secara signifikan.
Pendekatan ini juga diharapkan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Selain itu, konsep ekonomi sirkular berpotensi meningkatkan pendapatan warga sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dalam jangka panjang.
Menteri Jumhur mengapresiasi inisiatif yang dibangun EKI dalam mendorong ekonomi sirkular tersebut. Ia menyatakan sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar target pembangunan lingkungan dapat tercapai.
Perluasan Program ke Berbagai Daerah
Eco Kreatif Indonesia menyatakan komitmennya untuk memperluas program edukasi dan monitoring ke berbagai daerah. Perluasan ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, hingga dunia usaha.
Melalui sinergi tersebut, program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular diproyeksikan mempercepat terwujudnya Indonesia yang lebih hijau dan bersih. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pun diharapkan terus meningkat bagi generasi mendatang.***















